<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4489165630631832361</id><updated>2012-01-27T04:33:31.821-08:00</updated><title type='text'>rInie's blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rinies.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4489165630631832361/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rinies.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rInie's blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14628236584148641875</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-SyfSZUAm7a4/TpbQgxaaZ2I/AAAAAAAAAAU/4x1-8mNquUE/s220/riin.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4489165630631832361.post-3812217670606297260</id><published>2011-10-29T21:33:00.001-07:00</published><updated>2011-10-29T21:33:51.819-07:00</updated><title type='text'>Mengenal diri sendiri …</title><content type='html'>&lt;div class="post-meta"&gt;    &lt;h1 class="post-title" id="post-185"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini  tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga  di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial  masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang  mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan  dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai  tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan  kepenuhan dari hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-185"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi  kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah  seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak  orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi  bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira  dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil  penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka  sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab  utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan  orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya  membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah anda jujur pada diri anda sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak  orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan  lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa  penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain  pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena  salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang  berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan  kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua  hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin  dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala  sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai  dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan  prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan  apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri  adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya  sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan  dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif  dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya dengan  belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk  komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus  menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan  oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini  adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu  terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus  mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, “apakah ini  adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar  menjadi keinginan diri saya?” Dengan kata lain proses mengenal diri  sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat  dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah  mengamati diri secara cermat – mengamati setiap perasaan, pikiran,  harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri  sendiri. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi,  khusyu’, mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini  menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara  jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan  ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan  semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk  sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini dapat dilakukan di  setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari. Justru dalam  kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk menyadari  betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengaburkan arti menjadi “diri sendiri” dengan “semaunya  sendiri”.&amp;nbsp; Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah  menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya  seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang  dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang  dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang  perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada  orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang  berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan  kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah  mengenal apa potensi-potensi, bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan  yang ada pada diri agar bisa digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu,  mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu  bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi  langkah kemajuan karir.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEGIATAN ALTERNATIF&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ambil waktu senggang, carilah suasana tenang. Persiapkan diri anda  untuk melakukan kegiatan ini. Mungkin kegiatan ini akan berlangsung  selama 30 menit atau lebih. Dalam melaksanakan kegiatan ini bersikaplah  seperti menonton film kehidupan anda. Jangan biarkan emosi anda  terlibat. Berusahalah untuk menerima apa yang telah terjadi. Bila anda  bermaksud menafsirkan apa yang mungkin terlintas dalam kegiatan ini,  maka anggaplah bahwa tidak ada sesuatu pun yang sia-sia, selalu  bertujuan, dan baik bagi pengembangan diri.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ambillah secarik kertas, tuliskan nama, tempat dan tanggal lahir,  dan data pribadi anda lain yang patut anda ketahui. Mampukah anda  mengenal diri anda melalui data-data yang anda tulis sendiri sembari  melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin  pernah ditanamkan dalam benak anda? Mampukah anda melihat diri anda  melalui data-data yang anda tulis dengan cara pandang yang polos dan  sederhana? Apakah anda bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa  anda kenakan dalam kehidupan sehari-hari?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kini tuliskan riwayat pekerjaan anda. Anda bisa memulainya dari awal  atau akhir. Yang penting adalah anda mampu melihat seluruh riwayat  pekerjaan anda secara utuh. Mungkin di saat menulis itu, anda teringat  pada hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Biarkan saja. Sekali  lagi, pandanglah catatan riwayat pekerjaan anda sesederhana mungkin.  Tetapi amati setiap kecenderungan yang muncul yang menerbitkan  kegembiraan dalam pekerjaan anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuliskan riwayat pendidikan anda, sejak kecil hingga sekarang.  Tuliskan pula ketrampilan dan hal-hal apa yang pernah anda pelajari.  Sebagian mungkin semakin terasah. Sebagian lain terlupakan. Lihatlah  seluruh riwayat pendidikan dan pengajaran anda secara utuh. Amati setiap  kecenderungan yang membuat hidup anda terasa menyenangkan. Apakah anda  mampu menemukan hubungan antara pendidikan anda dengan pekerjaan anda  sekarang?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cobalah menulis kegiatan-kegiatan yang anda lakukan. Biasanya itu  adalah kegiatan yang menyenangkan dan membuat hidup terasa penuh gairah.  Bisa berupa hobi, petualangan, organisasi sosial, agama, seni,  olahraga, dan lain-lain. Apakah anda menemukan hubungan antara  kegiatan-kegiatan ini dengan pekerjaan dan karir anda sekarang?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihatlah diri anda kini secara utuh, sekali lagi dengan pandangan  yang polos dan sederhana (tanpa dibebani harapan akan masa depan dan  penyesalan pada masa lalu), mampukah anda menemukan diri anda sekarang  sebagai sebuah simpul dari benang-benang masa lalu? Bisakah anda  menemukan hubungan dari semua ini?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan  kebahagiaan dan gairah hidup. Bila anda benar-benar mengerjakan sesuatu  yang sesuai dengan potensi dan bakat, anda akan menemukan kegembiraan  dan energi yang luar biasa besar. Kegiatan di atas hanya selembar  kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu  kebahagiaan dalam diri (bila sekarang anda masih bisa merasakan gairah  atas kegiatan anda di masa lalu, maka itu adalah gairah yang muncul dari  potensi diri anda.) Tentu takkan cukup lima point kegiatan di atas  untuk benar-benar mengenal diri, karena mengenal diri adalah proses yang  terus berjalan – bahkan hingga akhir hayat. Namun setidaknya, dengan  sedikit demi sedikit menguak apa yang ada dalam diri, anda akan  menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa hanya dengan menjadi diri  sendirilah seseorang menemukan kebahagiaan sejatinya. Dan, pengembangan  diri semestinya bertujuan untuk menemukan kebahagiaan diri yang sejati,  bukan yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4489165630631832361-3812217670606297260?l=rinies.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rinies.blogspot.com/feeds/3812217670606297260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rinies.blogspot.com/2011/10/mengenal-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4489165630631832361/posts/default/3812217670606297260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4489165630631832361/posts/default/3812217670606297260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rinies.blogspot.com/2011/10/mengenal-diri-sendiri.html' title='Mengenal diri sendiri …'/><author><name>rInie's blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14628236584148641875</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-SyfSZUAm7a4/TpbQgxaaZ2I/AAAAAAAAAAU/4x1-8mNquUE/s220/riin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4489165630631832361.post-1466109483034644582</id><published>2011-10-19T22:55:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T03:55:25.934-07:00</updated><title type='text'>Kamu... Boleh aku bertanya...?</title><content type='html'>Dahulu desis hati ku kesah pilunya kerana kasih cinta dan nista itu masih bersama ku.. Bukan hasrat ku bermain kata menulis puisi cinta tapi ianya teras agas puisi hiba alunan jiwa ku yang merindu kasih. Laksana sang pungguk yang melihat indahnya bulan tapi tak terdakap lalu menyiulkan bunyi panggilan sayu..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pilih untuk berkata bahasa pilu sebagai ganti puisi cinta yang seharusnya menjadi mainan pujaan jiwa ku.. Yang jelas atlasnya itu puisi hati, kata hati ku yang duka pilu mengenang nostalgia yang kata-kata cinta terbenam dibenaknya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merindukah aku? Merindukah kamu? Tiada yang dapat menyangkal lumrah insani yang indah di helaian kutub hati. Bukan puisi tentang cinta tapi bait kata-kata puisi hati yang telus jelas nyata membalikkan sesuatu yang disebaliknya. Aku jujur.. Kamu juga jujur mahunya tanpa perlu tahu tentang hiba hinanya aku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hDPoWFrLlG4/TkitFkGqOOI/AAAAAAAAAXE/t5cy1VwZdFE/s1600/puisicinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="318" src="http://1.bp.blogspot.com/-hDPoWFrLlG4/TkitFkGqOOI/AAAAAAAAAXE/t5cy1VwZdFE/s320/puisicinta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.drinkatwork.com/2010/08/03/google-search-result-of-the-day-sad/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Kredit gambar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kamu.. boleh aku bertanya?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakah kamu tidak pernah terfikir tentang aku? Apakah kamu tidak pernah terlintas akan nama ku, senyuman ku, kasih sayang ku di mainan jalanan hari-hari mu? Tiadakah sekelumit kenangan manis antara kita dahulu yang bisa membuat kamu tersenyum?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kamu.. boleh aku bercerita?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku rindu kamu, sentiasa ingat kamu.. Kadang tikanya ada yang berlalu melintasiku memakai bauan minyak wangi yang dulunya pernah kamu pakai, akan ku toleh dan mengikutinya dalam diam sambil menghidu bau nya di angin dan tanpa sedar air mata jernih ku mengalir.. ingat kan kamu... ingat kan kamu.. rindu sungguh pada kamu..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kamu.. boleh aku bertanya lagi..?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamu bahagia di sana? Kamu gembira di sana? Senyumkah kamu di sana? Tawa kah kamu di alam tanpa ku? Telah ketemu kah selaut bahagia yang kamu cari, seluas angkasa indah yang kamu dambakan? Sejuta ketenangan hati yang kamu impikan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kamu.. boleh aku bercerita lagi?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku rindu kamu, sentiasa memandang kamu.. Aku tahu kamu milik orang dan aku terima dengan hati yang suci, ikhlas kerana aku mahu lihat kamu bahagia. Dan laksana itu aku menjauhkan diri membawa kata hiba untuk diri ini. Tiap kali aku memandang bulan purnama yang jauh, itu bagai kamu pada mata jiwa ku.. aku memandang kamu yang bercahaya gembira di sana... Dan maha sesungguhnya aku mahu berada di samping kamu bertawa gembira, bercahaya purnama tapi aku pilih untuk melihat dari jauh demi bahagia kamu, demi gembira kamu bidadari hati ku..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kamu.. boleh aku bertanya?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kenapa airmata ku mengalir tika menitipkan kata monolog jiwa ku ini? Sengsara kah aku? Kamu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4489165630631832361-1466109483034644582?l=rinies.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rinies.blogspot.com/feeds/1466109483034644582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rinies.blogspot.com/2011/10/memelihara-hewan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4489165630631832361/posts/default/1466109483034644582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4489165630631832361/posts/default/1466109483034644582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rinies.blogspot.com/2011/10/memelihara-hewan.html' title='Kamu... Boleh aku bertanya...?'/><author><name>rInie's blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14628236584148641875</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-SyfSZUAm7a4/TpbQgxaaZ2I/AAAAAAAAAAU/4x1-8mNquUE/s220/riin.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hDPoWFrLlG4/TkitFkGqOOI/AAAAAAAAAXE/t5cy1VwZdFE/s72-c/puisicinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
